Epidemi memaksakan orang kembali lagi memerhatikan kebersihan serta higienitas dimana juga, tidak kecuali tempat rekreasi. Tetapi, masih sedikit tujuan yang sediakan toilet umum yang wajar dipakai. Citra berbau serta tidak nyaman demikian lekat hingga pelancong memikir lagi ketika mau menghampirinya

Program itu ditargetkan dalam rencana membuat kembali lagi pariwisata di Bali.

Kecuali ke-2 tempat itu, pembaruan toilet umum telah dikerjakan terlebih dulu di daerah Pantai Kuta. Revitaliasi itu adalah salah satunya arketipe Bali Rebound yang dikerjakan pada Juni–Agustus 2020.

Program Revitalisasi Tujuan Rekreasi Bali akan diawali pada Oktober 2020 bertepatan dengan program reaktivasi industri pariwisata serta ekonomi kreatif. Program itu adalah usaha pemulihan ekonomi nasional untuk menolong industri perhotelan di waktu epidemi Covid-19.

“Yakni dengan mempersiapkan fasilitas untuk tenaga medis serta pasien verifikasi tanpa ada tanda-tanda. Spesial Bali, sudah disediakan 680 kamar hotel serta sedang dalam proses penentuan MoU serta panduan tehnis penerapan,” kata Hari.

Sesaat, pasien Covid-19 tanpa ada tanda-tanda mulai tempati kamar isolasi yang ada di beberapa hotel di Jakarta. Sarana itu menjadi sisi program Reaktivasi Industri Perhotelan yang dikerjakan untuk mendesak penebaran virus corona baru.

Program itu dikerjakan sesuai dengan prosedur kesehatan serta prosedur disinfeksi di tempat property hotel menurut ketentuan KMK No. Team kesehatan dari Kementerian Kesehatan serta Team Penyelamatan dari TNI berjaga 24 jam di hotel-hotel berkaitan.

Kemenparekraf mempersiapkan budget sebesar Rp100 miliar sampai Desember 2020 untuk suport service fasilitas berbentuk kamar serta makan 3x satu hari. Kasubdit Kekarantinaan Kesehatan, Direktorat Jenderal Penjagaan serta Pengaturan Penyakit (P2P) Kemenkes, dr. Benget Saragih, menyebutkan faksinya telah mereferensikan hotel-hotel yang berhasil lolos pengecekan serta penuhi kriteria. Sekarang ini, hotel-hotel itu menyebar di daerah DKI Jakarta.

Kuta Bali telah tersohor untuk tujuan rekreasi dunia. Teritori itu tetap ramai dengan wisatawan asing dari beberapa negara. Tetapi, semenjak corona mewabah wilayah itu beralih mencolok. Sepi seperti kota mati.