Di Jakarta terdapat beberapa tempat bersejarah yang dapat didatangi.

Hari bersejarah itu tidak terlepas dari kejadian G30S/PKI sebagai riwayat gelap yang sulit dilalaikan oleh warga Indonesia.

Tetapi, pemberontakan itu sukses dihentikan pada 1 Oktober 1965 serta semenjak itu diperingati untuk Hari Kesaktian Pancasila.

Dikutip dari beberapa sumber, minimal ada empat tempat bersejarah yang dapat kita sambangi untuk napak tilas kejadian G30S/PKI. Apa sajakah?

1. Museum Jenderal AH Nasution

Museum Jenderal Besar Abdul Haris Nasution dahulunya adalah tempat tinggal si jenderal dan keluarga.

Tempat itu adalah saksi bisu kejadian G30S/PKI yang membidik beberapa pejabat Angkatan Darat. Jenderal Nasution satu diantara targetnya. Di sini, pengunjung dapat lihat beberapa barang pribadi punya si jenderal, seperti perlengkapan, baju, serta koleksi buku.

Semua tergambar dalam diorama yang seperti ajak beberapa pengunjung kembali pada masa lampau. Di komplek itu ada ruangan teater yang memutar rekaman bersejarah pengangkatan mayat serta penyemayaman beberapa pahlawan revolusi.

2. Museum Sasmitaloka

Sama dengan Museum Jenderal A.H Nasution, museum Sasmitaloka Ahmad Yani adalah rumah Jenderal Ahmad Yani serta keluarga semenjak 1958. Di museum ini, pengunjung dapat melihat beberapa barang warisan si jenderal. Seragam serta sinyal kehormatan si jenderal masih tersimpan rapi.

Di ruangan tengah, ada satu plakat yang mengisyaratkan tempat Ahmad Yani jatuh tersuruk sesudah dihujani peluru oleh pasukan Tjakrabirawa. Serta, pintu rumah yang berlubang-lubang sebab tertembus peluru masih dipertahankan.

Kecuali tiga hal di atas, menurut Doddy, ketentuannya sama dengan berziarah ke tempat makam umum yang lain. Jaga kesopanan, tata sikap, tidak makan-minum, merokok serta tidak menggunakan baju seronok, seperti rok/pakaian mini, celana pendek.

Bangsa Indonesia jangan lupakan kejadian gelap pengkhianatan G30S/PKI dimana tujuh pahlawan revolusi diculik serta dibunuh. Untuk kembali kenang riwayat itu, Anda dapat berkunjung ke Museum AH Nasution di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat.