Semenjak usia 4 bulan, bungsu pasangan Ramlan serta Saelah itu sampai sekarang ini tidak bisa berjalan atau melakukan komunikasi.

Semasa 15 tahun itu Ramlan menjelaskan dianya serta Saelah bersama mengurus Siti Aisyah. Dari mulai memandikan serta memberikannya makan.

Ramlan akui semua penyembuhan telah dilaksanakan ke Siti Aisyah. Tetapi, sampai sekarang ini keadaannya tidak sempat lebih baik.

Siti semenjak enam bulan paling akhir menanggung derita penyakit kulit di sekujur badannya.

“Semenjak enam bulan kulitnya memeras, bentol bentol serta ada yang terkelupas. Kami berikan salep untuk menyembuhkan penyakit itu,” katanya.

Sampai sekarang ini menurut dia tidak banyak yang bisa dilaksanakan Siti Aisyah. Kecuali terbujur di kamar tidurnya serta menangis.

“Semenjak usia empat bulan sampai umurnya 2 tahun, kami membawanya ke RSUD Ambarawa. Analisis dokter ada abnormalitas syaraf, tetapi sebab tidak segera lebih baik karena itu kami mengakhiri penyembuhannya,” tuturnya.

Simak juga: Trending, Karyawan RS Bagi Cerita-kisah ‘Seram’ Pasien COVID-19

Saelah tengah menjaga Siti Aisyah. Photo: Besar Hari Mukti/detikHealthIa menerangkan, situasi ekonomi keluarga membuat Ramlan tidak bisa memberi anaknya penyembuhan yang ideal. Ramlan menerangkan dianya adalah pekerja sembarangan. Sesaat Saelah adalah pekerja pabrik yang sekarang ini posisinya dirumahkan sebab epidemi Covid-19.

Untuk penyembuhan Siti Aisyah, menurut dia cuma dari lawatan perawat puskesmas paling dekat yang sering berkunjung ke Siti Aisyah.

Siti Aisyah sering memperoleh juluran tangan dari beberapa faksi.

“Sekarang ini untuk pengobatan Siti Aisyah dari pertolongan sosial,” jelas Ramlan.

Sesaat Saelah akui semenjak waktu kehamilan Siti Aisyah, tidak ada keluh kesah apa saja yang ia alami.

“Tidak ada keluh kesah apa saja. Kontrol kami kerjakan, imunisasi lancar. Ketahuannya waktu usia 4 bulan itu,” tuturnya.

Dia juga mengharap supaya Siti Aisyah bisa pulih serta melakukan aktivitas normal. Karena situasi Siti Aisyah membuat Siti tidak bisa mengenyam pendidikan serta bermain bersama-sama rekan sepantarannya.

“Kemauan kami supaya bisa diobati, serta bisa melakukan aktivitas normal,” tuturnya.